Kata – Kata Indah…

Kata bijak dan mutiara yang diambil dari Nabi Muhammad

Pahlawan bukanlah orang yang berani menetakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia marah.

Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

Tiga sifat manusia yang merusak adalah : kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan.

Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.

 

kata mutiara islami yang diambil dari Khalifah ‘Umar

 Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar.

 

Kata Bijak Islami yang diambil dari Sayidina Umar bin Khattab

Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya. Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina. Orang yang mencintai akhirat, dunia pasti menyertainya.
Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.

Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki.

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah.Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.

 

Kata islami yang diambil dari Ibnu Mas’ud

Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan

Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah.

Leave a Comment

Filed under Uncategorized

Istriku…

Salaamun qoulan min robbi rohiim.” (QS. Yaasin : 58) (“Salam sebagai ucapan dari Tuhan maha kasih”)

 

Istriku…Pendampingku..

Istriku…bidadariku…

Istriku…dimanakah kau sekarang?

Istriku…sedang apakah kau sekarang?

Istriku…bahkan aku tidak tahu siapakan kau sekarang..

Istriku…

Jagalah hatimu..

Jagalah perasaanmu..

Jagalah rindumu..

Jagalah Imanmu..

Jagalah Murwahmu..

Titipkan cintamu kepada Allah, hanya kepada Allah..

Ya Rabb..

Jagalah istriku..

Bimbinglah dia dengan Alquran..

Penuhkan hatinya dengan Iman..

Balutlah dia dengan kesabaran dan keIkhlasan..

Istriku..Kekasihku..kusampaikan salam ini padamu..

Kita tidak tahu dengan siapa nanti kita akan bertemu

Ingatlah Allah selalu dalam hatimu

Yang bisa kita lakukan sekarang ialah bersujud kepada-NYA dan memantaskan diri atas apa-apa yang telah disiapkan-NYA untuk kita..

 

 

”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).”

2 Comments

Filed under Uncategorized

Sederhana Tapi Luar Biasa

assalamualaikum…

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang masih memberikan kekuatan dan waktu kepada saya untuk menulis dan berbagi cerita dengan teman-teman semua. Alhamdulillah..

Sekarang saya ingin berbagi cerita singkat, cerita yang baru saja saya alami. Kejadian yang sangat sangat sederhana namun bagi saya ini luar biasa nikmatnya. Mungkin ini tidak penting tapi tetap sangat sangat luar biasa di mata saya.

Hari ini hari jumat, alhamdulilah saya masi diberikan waktu untuk bertemu dengan hari spesial ini. Buat saya hari jumat itu hari dimana sangat dekat dengan Allah, subhanallah.

Saya bangun pagi hari seperti biasa, membuka laptop dan memulai kegiatan. Bukan merupakan kegiatan yang penting, hanya melihat-lihat account online saya facebook, twitter dll. Setelah itu saya membaca artikel-artikel yang dikeluarkan oleh salah satu website favorite saya yaitu dawaktuna.com dan suksesislami.wordpress.com (iklan) hehe…!, banyak sekali artikel-artikel yang menarik dan membangun jiwa terutama dalam membangun jiwa islami kita sebagai muslim. Mungkin menurut saya teman-teman juga harus membaca artikel tersebut, sangat bermanfaat.

Setelah selesai melakukan kegiatan-kegiatan itu saya bergegas untuk pergi ke kamar mandi, karena memang ini hari jumat kewajiban untuk seluruh umat laki-laki muslim untuk shalat jumat. Dan sebelumnya saya melaksanakan mandi junub, yaitu mandi besar untuk menghapus hadas besar sebelum kita melaksanakan shalat. Mandi ini memang dianjurkan dilaksanakan apabila hendak pergi untuk shalat jumat.

Daerah rumah saya memang tidak terlalu dekat dengan mesjid yang biasanya mengadakan shalat jumat, untuk pergi ke mesjid memakan waktu sekitar 20-25 menit dengan berjalan kaki, dan sekitar 10 menit menggunakan taksi. Karena saya seorang pelajar, artinya harus meminimalis keadaan keuangan saya (irit), saat ini saya pilih untuk berjalan kaki saja ke mesjid. Pada hari jumat ini saya sangat berniat untuk memaksimalkan ibadah saya, terutama pada saat shalat jumat. Sebelum berangkat saya sudah berniat untuk berada di mesjid lebih awal dari biasanya agar ada banyak waktu untuk melaksanakan shalat sunnah mesjid, dzikir dll. Sudah saya tekadkan saya harus berada di mesjid lebih awal, ya! lebih awal!.

Satu jam sebelum shalat Jumat dimulai saya berangkat dengan jalan kaki, terik matahari yang menyorot kebumi saat ini cukup panas, entah mengapa saya rasakan di setiap hari jumat matahari bersinar sangat terik dibandingkan hari-hari yang lain. Tetapi walaupun begitu saya tidak mengeluh, karena memang tidak boleh mengeluh, malahan kita harus bersyukur masih diberi sinar matahari yang sempurna. Setelah berjalan kra-kira 100 meter dari rumah, tiba-tiba datang seorang lelaki berkendara motor menghampiri saya dan berkata “ke mesjid? ayo naik”. Saya berfikir beberapa detik, lalu saya pun naik motor tersebut tanpa basa-basi.

Di perjalanan saya berfikir, “siapa orang ini? tiba-tiba datang dan mengajak pergi bersama” dan memang saya pun tidak pernah bertemu dengan orang ini sebelumnya. Setelah itu terlintas di benak saya, “ya Allah..ya Allah..alhamdulillah” saya baru saja tersadar betapa baiknya Allah memperhatikan saya. Pada saat pagi saya memang sangat berniat untuk datang ke mesjid lebih awal agar saya bisa melaksanakan shalat sunnah dan memaksimalkan ibadah saya disana, ternyata Allah mengabulkan perkataan saya walaupun pada saat itu saya hanya berniat dalam hati. Ya Rabb terima kasih, Kau telah pertemukan saya dengan orang ini, ini membuat perjalanan saya ke mesjid menjadi lebih cepat dan tidak perlu berjalan jauh dengan panasnya terik matahari. Tidak dipungkiri, kenikmatan Allah yang diberikan ini membuat saya terharu dan di atas motor saya sedikit mengeluarkan air mata, tetapi tidak terlalu lama karena tidak mau orang ini tau. Mungkin dia akan bingung kalau melihat saya menangis (lah, kok dikasi tumpangan malah menangis? hehe).

Sesampainya di mesjid saya menunggu orang tersebut memarkirkan motor, lalu saya bersalaman dan mengucapkan terima kasih karena diberi tumpangan. Saya pun lekas masuk mesjid dan melaksanakan shalat sunnah dan berdzikir sekaligus mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan. Setelah shalat jumat saya pergi ke depan mesjid, terdapat warung-warung makanan, karena saya pun lapar saya beli dan makan di tempat itu. Dan sesaat saya sedang makan, saya melihat orang yang memberi saya tumpangan itu sedang makan juga di depan saya, saya tidak menyapanya karena jaraknya cukup jauh didepan saya. kegiatan makan saya terhenti sejenak, saya memandang orang tersebut, dan lagi-lagi saya mengeluarkan air mata. Saya berdoa, Ya Rabb terima kasih telah mempertemukan saya dengan orang ini, saya tidak bisa melakukan apa-apa, saya hanya bisa berdoa untuk dia. Ya Rabb lindungilah orang ini dalam perjalanan pulangnya, berilah dia rezeki yang berlimpah, dan angkatlah derajat dia, amin. Setelah itu saya menghabiskan makanan dan lekas untuk pulang dengan berjalan kaki.

Dalam cerita saya ini saya mengambil beberapa hikmah bahwa Allah Maha mendengar, Dia selalu mendengar setiap perkataan kita, Allah selalu tahu niat yang sebenarnya dalam hati setiap umatnya, Allah tahu kapan harus memberikan pertolongan kepada umatnya, Allah telah menyiapkan rezeki kepada setiap umatnya, dan saya pun yakin kejadian ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan kejadian yang telah diatur oleh Allah untuk saya.

Maha Besar Allah…

“Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.” (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)

“Barang siapa memperbanyak istighfar maka Allah S.W.T akan menghapuskan segala kedukaannya, menyelesaikan segala masalahnya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka.” (Hadis Riwayat Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abdullah bin Abbas r.a.)

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, nescaya Allah mencukupkan (keperluannya) .” Surah at-Thalaq : ayat 3

 

 

Leave a Comment

Filed under Uncategorized

JIKA AL QURAN BISA BICARA

JIKA AL QURAN BISA BICARA

 

WAKTU engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku

dengan wudhu kau sentuh aku dalam kesucian

aku engkau pegang, engkau junjung dan engkau pelajari

aku engkau dengan suara lirih ataupun keras setiap hari

setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra…

 

sekarang engkau telah dewasa..

nampaknya kau sudah tak berminat lagi denganku

apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah?

menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu

atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

 

sekarang engkau simpan aku rapih sekali hingga dimana terkadang engkau lupa

dimana kau menyimpannya…

aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu

kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa

atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan

kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian

di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pedamkan

 

dulu, pagi pagi sekali surah surah yg ada padaku kau baca beberapa halaman

sore harinya kau baca ramai-ramai bersama temanmu di mushola

sekarang, pagi-pagi sambil minum kopi, kau baca koran pagi sambil nonton televisi…

 

waktu senggang kau luangkan waktu tuk baca tulisan manusia

sedangkan aku berisi ayat-ayat datang dari Allah Yang Maha Perkasa

engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan

 

dimeja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum mulai kerja

dikomputermu kau putar musik favoritmu

jarang sekali kau putar ayat-ayatku melantun

engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu

 

benarlah kini kau sudah benar-benar melupakanku

bila malam tiba kau tahan berjam-jam untuk menonton televisi

didepan komputer berjam-jam kau betah duduk

hanya sekedar membaca berita murahan dan sampah

 

waktupun semakin berlalu, aku semakin kusam dalam lemari

mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu

seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali

itupun hanya beberapa lembar halamanku

dengan suara lafadz dan tidak semerdu dahulu

engkau pun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku…

 

apakan koran, televisi, radio, komputer, dapat memberimu pertolongan??

bila engkau dikubur sendirian sampai menunggu hingga kiamat tiba

engkau akan diperiksa oleh malaikat-malaikat suruhan-NYA

hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku kau dapat selamat melaluinya…

 

sekarang kau begitu enteng membuang waktumu

dan senantiasa kubur menanti kedatanganmu

kau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu waktu

apabila malaikat maut datang mengetuk pintu rumahmu

 

bila kau baca aku dan kau hayati,

dikubur nanti…aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan

yang akan membantumu membela diri

bukan koran, majalah yang kau baca yang akan membantumu di perjalanan alam akhirat

tapi akulah ALQURAN kitab sucimu..

 

peganglah aku lagi…bacalah aku kembali setiap hari…

karena ayat-ayatku adalah ayat yg suci..

yang berasal dari Allah Yang Maha Mengetahui

yang disampaikan Jibril kepada Muhammad Rasulullah..

 

keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu

jangan lupa membawa kaset yg ada ayatku didalam radio mobilmu..

letakkan aku selalu dimeja kerjamu

agar kau senantiasa mengingat Tuhanmu..

 

sentuhilah aku lagi

baca dan pelajari aku lagi

setiap datangnya pagi dan sore hari

seperti dulu, dulu sekali…

sewaktu kau masih kecil, lugu dan polos

di mushola kecil dikampungmu yang damai

jangan aku engkau biarkan sendiri

dalam bisu dan sepi

Mahabenar Allah, Mahaperkasa lagi Mahabijaksana…

 

Leave a Comment

Filed under Uncategorized

Terima Kasih Allah (saya ucapkan)

Terima kasih ya Allah saya panjatkan, puji dan syukur saya ucapkan. Tidak ada Tuhan selain Allah, Kau Maha mendengar, Kau Maha Melihat, Kau Maha mengetahui, Kau Maha penolong, Kau Maha pemberi rezeki, Kau pengampun segala dosa, Kau pengabul segala doa. Ya Rabb, Kau Maha pencipta, pencipta segalanya, Kaulah Raja dunia dan akhirat, Kau Yang Maha Esa. Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar.

Ya Allah, alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah. Kau telah memberikan semua kenikmatan yang tiada tara, Kau adalah sumber rezeki, semua rezeki mahluk ada ditanganMu ya Rabb.

ya Rabb, terima kasih telah memberikan saya keluarga yang sangat nikmat. Keluarga yang membesarkan saya sampai hari ini. Ya Allah, terima kasih telah memberikan orang tua yang tiada tara indah, orang tua yang selalu mendidik anak-anaknya dengan pendidikan, pergaulan serta Agama. Ya Allah terima kasih telah memberikan saya kakak-kakak perempuan yang tiada tara indah. Saya cinta mereka, sayangilah mereka ya Rabb, cintailah mereka ya Rabb.

ya Rabb, jadikan sisa-sisa hari orang tua saya menjadi hari-hari yang beristiqamah kepadaMu ya Rabb, hari-hari yang bertawakal kepadaMu ya Rabb, hari-hari yang indah dengan sujud kepadaMu ya Rabb. Berikan mereka rezeki yang berlimpah ya Allah, rezeki dunia dan akhirat.

Ya Allah sayangilah kakak-kakak saya, cintailah mereka ya Rabb. Sukseskan mereka serta keluarga mereka dunia dan akhirat ya Rabb, berilah mereka kekayaan duniawi dan kekayaan iman ya Allah. Sukseskanlah juga keponakan-keponakan saya ya Rabb, semoga di masa depan kelak mereka menjadi orang-orang yang sellau ingat kepadaMu ya Rabb.

ya Allah masukanlah orang tua dan kakak-kakak saya kedalam termasuk orang-orang yang shaleh ya Rabb, orang-orang yang bersujud kepadaMu.

kabulkanlah dan ijabahlah doa ini ya Rabb…doa yang selalu menyertai saya disetiap ibadahku kepadaMu ya Rabb…

Engkau Maha mendengar dan Maha pengabul doa…saya yakin atas semua janji-janjiMu ya Rabb…

Terima kasih ya Allah, Terima Kasih…

Leave a Comment

Filed under Uncategorized

Apakah Pacaran itu Penting ?

Allah akan memberikan jodoh pada kita di saat yang tepat. Bukan sesuai dengan keinginan kita. Seringnya kita menginginkan sesuatu hanya berdasarkan pada keinginan bukan pada kebutuhan. Allah Maha Tahu, kapan kita akan siap untuk menerima sebuah tanggung jawab besar untuk membentuk suatu peradaban kecil yang di mulai dari sebuah keluarga.

Karena menikah bukan hanya penyatuan dua insan berbeda dalam satu bahtera tanpa visi dan tujuan yang pasti, berlayar tanpa arah atau berlayar hanya menuju samudera duniawi. Menikah adalah penggenapan setengah agama karena menikah adalah sarana ibadah kepada Allah. Dalam tiap perbuatan di dalam rumah tangga dengan berdasarkan keikhlasan dan ketaqwaan maka ganjarannya adalah pahala. Tapi jika menikah hanya berdasarkan nafsu atau bahkan mengikuti perputaran kehidupan dunia, maka hasilnya pun akan sesuai dengan yang di niatkan.

Karena menikah adalah ibadah. Menikah adalah sunnah di anjurkan Rasulullah. Menimbun pahala yang terserak di dalam rumah tangga. Dan semua manusia yang normal pasti akan mendambakan suatu pernikahan. Merasakan suatu episode hidup dimana kita akan memulai segala sesuatu yang baru. Yang dahulu kita berperan sebagai seorang anak dengan berbagai kebahagiaan bermandikan kasih sayang orang tua. Maka menikah adalah suatu gerbang menuju pembelajaran menjadi orang tua kelak. Kita bukan lagi sebagai penumpang di mana mengikuti arah kehidupan yang di tentukan orang tua, melainkan kita akan menjadi driver untuk kehidupan kita sendiri kelak. Kita bisa saja mengikuti jalur yang telah di lewati orang tua, jika memang itu jalur yang tepat. Tapi jika jalur itu tak sesuai dengan arah tujuan kehidupan rumah tangga kita yaitu jalur keridhaan Allah, maka kita pun harus mencari jalur yang tepat.

Karena menikah itu adalah satu kebaikan maka seharusnya harus di mulai dengan yang baik pula. Misalnya, ketika kita ingin lulus ujian, maka kita harus belajar yang giat bukan bermalas-malasan.

Ayat Allah masih jelas tertera dalam kitabNya, bahwa pria yang baik akan mendapatkan wanita yang baik pula dan sebaliknya. Dan ayat itu masih sama dengan pada saat Allah turunkan beribu tahun yang lalu. Janji Allah pun tergambar melalui ayat itu dan Allah Maha Menepati janji. Lalu mengapa kita masih meragukan janji Allah itu??

Masih haruskah berpacaran??

Mengenal lawan jenis dengan dalih untuk mengenal pribadi masing-masing. Padahal kenyataannya, hanya sedikit kejujuran yang di tampakkan pada saat pacaran. Rasa takut yang besar untuk di tinggal pasangannya atau hendak mengambil hati pasangannya membuat mereka menyembunyikan keburukan yang terdapat dalam dirinya. Sudah menjadi rahasia umum, jika usia pacaran yang lama tak menjamin bahwa itu menjadi suatu jalan untuk memuluskan hubungan menuju jenjang pernikahan. Sudah tak menjamin adanya pernikahan setelah sekian lama menjalin masa pacaran, juga banyak di bumbui pelanggaran terhadap rambu-rambu Allah. Maksiat yang terasa nikmat.

Zaman sekarang, berpacaran sudah selayaknya menjadi pasangan suami istri. Si pria seolah menjadi hak milik wanita dan si wanita kepunyaan pribadi si pria. Mereka pun bebas melakukan apapun sesuai keinginan mereka. Yang terparah adalah sudah hilangnya rasa malu ketika melakukan hubungan suami istri dengan sang pacar yang notabene bukan mahram. Padahal pengesahan hubungan berpacaran hanya berupa ucapan yang biasa di sebut “nembak”, misalnya “I Love You, maukah kau menjadi pacarku?” dan di terima dengan ucapan “I Love You too, aku mau jadi pacarmu”. Atau sejenisnya. Hanya itu. Tanpa adanya perjanjian yang kuat (mitsaqan ghaliza) antara seorang hamba dengan Sang Pencipta. Tanpa adanya akad yang menghalalkan hubungan tersebut. Hubungan pacaran tak ada pertanggungjawaban kecuali pelanggaran terhadap aturan Allah. Karena tak ada yang namanya pacaran islami, pacaran sehat atau apalah namanya untuk melegalkan hubungan tersebut.

Kita berlelah melakukan hubungan pacaran. Melakukan apapun guna menyenangkan hati sang kekasih (yang belum halal) meskipun hati kita menolak. Jungkir balik kita mempermainkan hati. Hingga suka dan sedih karena cinta, cinta terlarang. Hati dan otak di penuhi hanya dengan masalah cinta. Kita menangis karena cinta, kita tertawa karena cinta, kita meraung-meraung di tinggal cinta, kita pun mengemis cinta. Hingga tak ada tempat untuk otak memikirkan hal positif lainnya. Tapi sayang, itu hanya cinta semu. Sesuatu yang semu adalah kesia-siaan. Kita berkorban mengatasnamakan cinta semu. Seorang pacar, hebatnya bisa menggantikan prioritas seorang anak untuk menghormati orangtua. Tak sedikit yang lebih senang berdua-duaan dengan sang pacar di banding menemani orangtua. Pacar bisa jadi lebih tau sedang dimana seorang anak di banding orang tuanya sendiri. Seseorang akan rela menyenangkan hati pacarnya untuk di belikan sesuatu yang di suka di bandingkan memberikan kejutan untuk seorang ibu yang melahirkannya. Seseorang akan lebih menurut pada perintah sang pacar di banding orang tuanya. Hubungan yang baru terjalin bisa menggantikan hubungan lahiriah dan batiniyah seorang anak dengan orangtua.

Jika pun akhirnya menikah, maka tak ada lagi sesuatu yang spesial untuk di persembahkan pada pasangannya. Sebuah rasa yang seharusnya di peruntukan untuk pasangannya karena telah di umbar sebelumnya, maka akan menjadi hal yang biasa. Tak ada lagi rasa “greget”, karena masing-masing telah mendapatkan apa yang di inginkan pada masa berpacaran. Bisa jadi, akibat mendapatkan sesuatu belum pada waktunya maka ikrar suci pernikahan bukan menjadi sesuatu yang sakral dan mudah di permainkan. Na’udzubillah.

Parahnya jika tiba-tiba hubungan pacaran itu kandas, hanya dengan sebuah kata “PUTUS” maka kebanyakan akan menjadi sebuah permusuhan. Apalagi jika di sebabkan hal yang kurang baik misalnya perselingkuhan. Kembali hati yang menanggung akibatnya. Kesedihan yang berlebihan hingga beberapa lama. Hati yang terlanjur memendam benci. Tak sedikit yang teramat merasakan patah hati dikarenakan cinta berlebihan menyebabkannya sakit secara fisik dan psikis. Juga ada beberapa kasus bunuh diri karena tak kuat menahan kesedihan akibat patah hati.

Terdengar berlebihan. Tapi itulah kenyataannya, hati adalah suatu organ yang sensitif. Bisa naik secara drastis, tak jarang bisa jatuh langsung menghantam ke bumi. Apa yang di rasakan hati akan terlihat pada sikap dan perilaku. Hati yang terpenuhi nafsu akan enggan menerima hal baik. Ada orang bilang, jangan pernah bermain dengan hati. Karena dari mata turun ke hati, kemudian tak akan turun kembali. Akan ada sebuah rasa akan mengendap di dalam hati. Jika rasa itu baik dan di tujukan pada seseorang yang halal (suami atau istri) maka kebaikan akan terpancar secara lahiriah. Bukan sebuah melankolisme yang kini merajalela.

Banyak pelajaran dari sekitar. Kenapa masih harus berpacaran??

Karena ingin ada teman yang selalu setia mendengar tiap keluh kesah?? Tak selamanya manusia bisa dengan rela mendengarkan keluhan manusia lainnya. Hanya Allah yang tak pernah berpaling untuk hambaNya. Bisa jadi secara fisik sang pacar rela mendengar dengan seksama, tapi dia juga manusia yang akan merasa bosan jika selalu di cecoki dengan berbagai keluhan.

Malu di bilang jomblo??

Jika dengan jomblo kita bisa terbebas dari rasa yang terlarang, kenapa harus malu?? justru kita akan merasa nyaman bercengkerama dengan Allah karena sadar hati kita hanya patut di tujukan kepadaNya bukan yang lain. Justru kita harus bangga, di saat yang lain berlomba untuk melakukan hal terlarang tapi kita menjauhinya. Kemudian tak akan ada perasaan was was karena telah melanggar aturan Allah. Kita bebas berkumpul dengan kawan-kawan tanpa ada kekangan dari orang yang sesungguhnya tak memiliki kewenangan terhadap diri kita.

Mungkin masih banyak lagi kesia-siaan dalam berpacaran. Dan sesungguhnya belum tentu sang pacar akan menjadi pasangan kita kelak.

Pacaran ibarat minuman beralkohol, banyak yang mengelak bahwa dengan berpacaran mereka memiliki semangat baru dan sederet hal positif yang mereka kumandangkan. Tapi sama halnya dengan alkohol, maka manfaat yang di dapat jauh lebih kecil di banding kemudharatan yang di hasilkan. Karena segala sesuatu yang di larang Allah, pasti ada sebab dan manfaatnya.

Kemudian ada yang berdalih, toh pacaran itu tidak merugikan orang lain. Tidak merugikan orang lain, namun hukum Allah jauh lebih baik untuk di ikuti ketimbang menurutkan hawa nafsu yang berakhir pada jurang kebinasaan.

Kembali ke pernikahan, suatu kebaikan maka tak pantas jika di awali dengan keburukan. Allah tak akan ingkar janji, karena jodoh telah Allah tetapkan di Lauh Mahfuzh. Tinggal kita melakukan usaha yang baik, yang Allah ridhai. Supaya tiap langkah kita, hanya berisi keridhaan Allah dan mendapat keberkahanNya. Aamiin.

Sumber: dakwatuna.com

Leave a Comment

Filed under Uncategorized

Raih Keberkahan di Pagi Hari

Saudaraku, Islam ternyata sangat peduli dengan dinamika dansemangat beraktivitas di awal waktu. Setiap hari selalu diawali dengan datangnya waktu pagi. Waktu pagi merupakan waktu istimewa. Ia selalu diasosiasikan sebagai simbol kegairahan, kesegaran dan semangat. Barangsiapa merasakan udara pagi niscaya dia akan mengatakan bahwa itulah saat paling segar alias fresh sepanjang hari. Pagi sering dikaitkan dengan harapandan optimisme. Pagi sering dikaitkan dengan keberhasilan dan sukses. Sehingga dalam peradaban barat-pun dikenal suatu pepatah berbunyi: ”The early bird catches the worm.” (Burung yang terbang di pagi harilah yang bakal berhasil menangkap cacing).

 Dalam sebuah hadits ternyata Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam juga memberi perhatian kepada waktu pagi. Sehingga di dalam hadits tersebut beliau mendoakan agar ummat Islam peduli dan mengoptimalkan waktu spesial dan berharga ini.

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam berdoa: “Ya Allah, berkahilah ummatku di pagi hari.” Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallambiasa mengirim sariyyah atau pasukan perang di awal pagi dan Sakhru merupakan seorang pedagang, ia biasa mengantar kafilah dagangnya di awal pagi sehingga ia sejahtera dan hartanya bertambah.” (HR Abu Dawud 2239)

 

Melalui doa di atas Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam ingin melihat umatnya menjadi kumpulan manusia yang gemar beraktifitas di awal waktu. Dan hanya mereka yang sungguh-sungguh mengharapkan keberhasilan dan keberkahan-lah yang bakal sanggup berpagi-pagi dalam kesibukan beraktifitas. Oleh karenanya, saudaraku, janganlah kita kecewakan Nabi kita. Janganlah kita jadikan doa beliau tidak terwujud. Marilah kita menjadi ummat yang pandai bersyukur dengan adanya waktu pagi.  Marilah kita me-manage jadwal kehidupan kita sehingga di waktu pagi kita senantiasa dilimpahkan berkah karena kita didapati Allah dalam keadaan ber’amal.

Janganlah kita menjadi seperti sebagian orang di muka bumi yang membiarkan waktu pagi berlalu begitu saja dengan aktifitas tidak produktif, seperti tidur misalnya. Biasanya mereka yang mengisi waktu pagi dengan tidur menjadi fihak yang sering kalah dan merugi. Bagaimana tidak kalah dan merugi? Pagi merupakan waktu yang paling segar dan penuh gairah… Bila di saat paling baik saja seseorang sudah tidak produktif, bagaimana ia bisa diharapkan akan sukses beraktifitas di waktu-waktu lainnya yang kualitasnya tidak lebih baik dari waktu pagi hari…???

Maka, di antara kiat-kiat agar insyaAllah kita selalu memperoleh keberkahan di pagi hari adalah:

Pertama, jangan biasakan begadang di malam hari. Usahakanlah agar setiap malam kita bersegera tidur malam. Idealnya kita jangan tidur malam melebihi jam sepuluh malam. Kalaupun banyak tugas, maka pastikan mulai tidur  jangan lebih lambat dari jam sebelas. Kalaupun tugas sedemikian bertumpuknya, maka pastikan bahwa pukul duabelas tengah malam merupakan batas akhir kita masih bangun.

Kedua, pastikan bahwa sedapat mungkin kita bisa bangun di tengah malam sebelum azan Subuh untuk mengerjakan sholattahajjud dan witir. Idealnya kita selalu berusaha untuk sholat malam sebagaimana Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam, yaitu sebanyak delapan rakaat tahajjud dan tiga rakaat witir. Namun jika tidak tercapai, maka kurangilah jumlah rakaatnya sesuai kesanggupan fisik dan ruhani sehingga minimal dua rakaat tahjjud dan satu rakaat witir. Tapi ingat, ini hanya dikerjakan bila kita terpaksa karena tidur terlalu  larut malam mendekati jam duabelas malam.  Yang jelas, usahakanlah setiap malam agar kita selalu bisa melaksanakan sholat malam (tahjjud plus witir). Karena Nabi shollallahu ’alaih wa sallammenjamin bahwa orang yang menyempatkan diri untuk bangun malam dan sholat malam, maka ia bakal memperoleh semangatdan kesegaran di pagi harinya. Dan sebaliknya, barangsiapa yang tidak menyempatkan diri untuk bangun dan sholat malam, maka di pagi hari ia bakal memiliki perasaan buruk dan malas.

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Syetan akan mengikat tengkuk salah seorang di antara kamu apabila ia tidur dengan tiga ikatan. Syetan men-stempel setiap simpul ikatan atas kalian dengan mengucapkan: Bagimu malam yang panjang maka tidurlah. Apabila ia bangun dan berdzikir kepada Allah ta’aala maka terbukalah satu ikatan. Apabila ia wudhu, terbuka pula satu ikatan. Apabila ia sholat, terbukalah satu ikatan. Maka, di pagi hari ia penuh semangat dan segar. Jika tidak, niscaya di pagi hari perasaannya buruk dan malas.” (HR Bukhary 4/310)

 

Ketiga, pastikan diri tidak kesiangan sholat subuh. Dan khusus bagi kaum pria usahakanlah untuk sholat subuh berjamaah di masjid. Sebab sholat subuh berjamaah di masjid merupakan sarana untuk membersihkan hati dari penyakit kemunafikan.

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Sesungguhnya sholat yang paling berat bagi kaum munafik adalah sholat isya dan subuh (berjamaah di masjid). Andai mereka tahu apa manfaat di dalam keduanya niscaya mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak-rangkak.  (HR Muslim 2/123)

 

”Dan sungguh dahulu pada masa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tiada seorang tertinggal dari sholat berjama’ahkecuali orang-orang munafiq yang terang kemunafiqannya.” (HR Muslim 3/387)

 

Keempat, janganlah tidur sesudah sholat subuh. Segeralah isi waktu dengan sebaik-baiknya. Entah itu dengan bersegera membaca wirid atau ma’tsurat pagi atau apapun kegiatan bermanfaat lainnya. Barangkali bisa membaca buku, berolah-raga atau menulis buku atau bahkan berdagang sebagaimana kebiasaan sahabat Sakhru bin Wada’ah. Orang yang tidur di waktu pagi berarti menyengaja dirinya tidak menjadi bagian dari umat Islam yang didoakan Nabi shollallahu ’alaih wa sallammemperoleh berkah Allah di pagi hari. Ia menyia-nyiakan kesempatan berharga. Pagi merupakan saat paling berkualitas sepanjang hari. Alangkah naifnya orang yang sengaja membiarkan waktu pagi berlalu begitu saja tanpa aktifitas bermanfaat dan produktif. Tak heran bila Nabi shollallahu ’alaih wa sallam justru memobilisasi pasukan perangnya untukberjihad fi sabilillah senantiasa di awal hari yakni di waktu pagi sehingga fihak musuh terkejut dan tidak siap menghadapinya.

Ya Allah, berkahilah kami di pagi hari selalu. Ya Allah, kami berlindung kepada Engkau dari kemalasan dan ketidakberdayaan dalam hidup kami, terutama di waktu pagi hari.


Leave a Comment

Filed under Uncategorized